HWDI Kabupaten Wonosobo dan UNSIQ Gelar Sosialisasi dan Asesmen Aksesibilitas Infrastruktur Pelayanan Publik
Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III UNSIQ, Dr. M. Elfan Kaukab, S.E., M.M., M.H.I., Ak, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat dalam memperkuat gerakan inklusi di Indonesia. Beliau hadir didampingi oleh Prof. Dr. Hermawan, S.T., M.M., M.T., selaku Kepala LP3M UNSIQ, yang juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan berbasis pengabdian masyarakat ini.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III menyampaikan bahwa UNSIQ memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk turut serta mendorong terwujudnya pelayanan publik yang inklusif dan ramah disabilitas.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen UNSIQ dalam menguatkan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial. Harapannya, hasil asesmen yang dihasilkan dapat menjadi kontribusi langsung bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik,” ungkapnya.
Ketua HWDI Kabupaten Wonosobo menambahkan bahwa aksesibilitas merupakan hak dasar penyandang disabilitas yang harus diperhatikan oleh seluruh instansi pelayanan publik. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mengidentifikasi hambatan-hambatan akses yang masih ditemukan di lapangan.
Kegiatan terdiri dari dua sesi utama:
Sosialisasi regulasi dan standar aksesibilitas sesuai ketentuan nasional.
Asesmen lapangan pada beberapa gedung pelayanan publik di Kabupaten Wonosobo untuk menilai kelayakan fasilitas dan akses bagi penyandang disabilitas.
Hasil asesmen akan disusun menjadi laporan dan rekomendasi perbaikan yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi lembaga terkait dalam meningkatkan inklusivitas fasilitas publik.
Melalui kegiatan ini, HWDI Kabupaten Wonosobo dan UNSIQ Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya lingkungan pelayanan publik yang lebih humanis, adil, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.



